Sabtu, 17 Oktober 2009

Laskar Pelangi




Laskar pelangi adalah kisah nyata sang penulis yaitu Andrea Hirata. Novel ini bercerita tentang masa kecil Andrea hirata. Di Novel ini nama masa kecil Andrea Hirata adalah IKAL. Ikal adalah anak yang kurang mampu. Dia bersekolah di SD Muhammadiyah, Gantong. Dia mempunyai 10 teman yang akhirnya diberikan nama “laskar pelangi” dari ibu gurunya, Ibu Muslimah.

Begitu banyak hal menakjubkan yang terjadi dalam masa kecil para anggota laskar pelang. Sebelas orang anak melayu Belitong yang luar biasa ini tak menyerah walau keadaan tak bersimpati pada mereka. Tengoklah Lintang, seorang kuli kopra cilik yang genius dan dengan senang hati bersepeda 80km pulang-pergi untuk memuaskan dahaganya akan ilmu, bahkan terkadang hanya sempat menyanyikan lagu Padamu Negri di akhir jam sekolah. Atau Mahar, seorang pesuruh tukang parut kelapa sekaligus seniman dadakan yang tak logis, kreatif, dan sering di remehkan sahabat-sahabatnya, namun berhasil dalam karnaval 17 Agustus. Dan juga sembilan anggota Laskar Pelangi yang begitu bersemangat dalam menjalani hidup dan berjuang meraih cita-cita.

Novel Laskar Pelangi ini ternyata sangat amat mengharukan bagi kita yang membaca. Di balut dengan tutur kata yan sangat indah. Isi cerita di bungkus dengan pengalaman dan imajinasi yang menarik oleh sang penulis. Saat Lintang dalam perjalanan ke sekolah Lintang selalu di nanti buaya, sangat mengobarkan semangat. Di tulis dengan semangat realis kehidupan sekolah yang memperihatinkan. Novel ini berhasil memotret fakta pendidikan dan ironi dunia. Novel ini dapat menimbulkan rasa humor saat Ikal menemukan cinta pertamanya, menimbulkan rasa menangis saat ayahanda Lintang telah tiada, menimbulka rasa merenung saat Ikal membeli kapur tulis dengan perjalanan jauh ke kota demi berlangsungnya kegiatan belajar-mengajar di kelas.

Buku ini hanya memiliki sedikit kekurangan, salah satu kekurangannya adalah tulisannya yang tidak di mengerti secara umum karena banyak kata-kata daerah Belitong. Tetapi menurut saya, hanya itu saja kekurangannya. Secara keseluruhan buku ini memiliki banyak manfaat.

Pada bagian akhir buku ini, kembali di tantukan bahwa cinta yang mendalam menebarkan energi positif yang tidak hanya mengubah hidup seseorang, tetapi juga menerangkan kehidupan orang banyak. Inilah learning point yang menjadi ciri khas buku ini, sebuah hasil yang sudah sangat teruji dan tidak diragukan lagi.

“Hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya, bukan memerima sebanyak-banyaknya”, Kutipan kata dari Pak Harfan di novel Laskar Pelangi.


Judul : Laskar Pelangi
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : Klub Sastra BENTANG

0 komentar:

Posting Komentar

disini tempat untuk berkomentar dengan kebebasan anda,,,